REMINDER
PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PADA ANAK SEKOLAH MENJELANG LIBUR SEKOLAH
Oleh :
Yanna Wari Harahap, M.P.H
Dewani Harahap, M.K.M
A.
Protokol Kesehatan
Covid-19
Coronavirus atau
Covid-19 merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia
dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran
pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East
Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Berat/ Severe Acute
Respiratory Syndrome (SARS). Penyakit ini terutama menyebar di antara
orang-orang melalui tetesan pernapasan dari batuk dan bersin. Perlu diingat
bahwa virus Covid-19 akan ditularkan oleh orang yang didiagnosis mengalami
Covid-19 melalui pemeriksaan medis. Namun, yang perlu kita pahami adalah
Covid-19 memiliki masa inkubasi selama 14 hari. Artinya, seseorang dapat saja
sebenarnya telah terinfeksi virus korona tapi tidak menunjukkan gejala penyakit
sama sekali selama 14 hari atau bahkan lebih, tergantung pada imunitas tubuh.
Dan akan memberikan hasil terhadap seseorang dinayatakan positif korona
(Covid-19) berdasarkan hasil pemeriksaan medis. Jadi, perlu diwaspadai adalah
kita tidak tahu siapa yang terinfeksi virus korona disekitar kita. Sehingga,
setiap individu perlu menyadari hal ini untuk memutus rantai penularan.
Untuk itu kita perlu menjaga
diri agar tidak terinfeksi. Beberapa upaya yang dapat dilakukan menurut WHO
(https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public,
2020) yaitu:
1. Rutin
Cuci tangan pakai sabun
2. Menghindari
keramaian
3. Hindari
menyentuh mata, hidung dan mulut
4. Tutup
mulut saat bersin menggunakan siku, sapu tangan atupun gunakan masker
5. Jika
mengalami demam, batuk dan kesulitan bernafas, hubungi petugas kesehatan
6. Ikuti
petunjuk pemerintah dan anjuran tenaga kesehatan
Pencegahan penularan
Covid-19 sebelumnya dilakukan dengan penerapan skala batas besar yang bertujuan
untuk memutus rantai penularan sebagai wujud pelaksanaanya dengan melaksanakan
Bekerja dari rumah, belajar dari rumah dan menghindari keramaian. Melihat
sebaran covid-19 masih berlanjut tentu upaya pencegahan covid-19 dengan
membatasi gerakan dengan stay at home berpengaruh pada ekonimi, sosial dan
pendidikan. Menanggapi hal tersebut, pemerintah mengeluarkan kebijakan protokol
kesehatan yang harus dipatuhi untuk pencegahan covid-19. Realisasi dari
protokol kesehatan yaitu dengan 3M (Menggunakan masker, Mencuci tangan pakai
sabun, dan menghindari keramaian). Kebiasaan barupun seiring dengan munculnya
protol kesehatan yang diyakini sebagai upaya atau usaha yang dapat dilakukan
ketika melakukan mobilisasi di luar rumah.

Gambar 1. Poster Reminder Protokol Kesehatan dengan
3M
Penularan covid-19
tidak memandang jenis kelamin, usia maupun ekonomi. Mulai dari anak-anak hingga
orang dewasa dapat tertular. Transmisi penyebaran penyakit yang tidak diketahui
pastinya kapan akan berakhir membuat kita harus tetap peduli terhadap
pendidikan. Belajar dari rumah sebagai wujud dari stay at home memberikan
dampak buruk bagi kualitas pendidikan, karena proses belajar mengajar (PBM)
tidak dilakukan secara langsung. Kendala pelaksanaan PBM yang dilakukan secara
daring/ online dirasakan oleh guru dan murid, dimana guru merasa materi yang
disampaikan kurang tersampaikan dengan baik kepada murid, begitu pula dengan
murid dimana materi tidak langsung dapat dipahami oleh siswa kemudian
kesempatan bertanya kepada guru yang terbatas. Melihat kondisi tersebut,
beberapa sekolah melakukan PBM secara langsung dengan/ tatap muka dengan
memperhatikan protokol kesehatan. Kegiatan PBM semester ganjil pada bulan
Desember 2020 akan berakhir, sehingga murid libur hingga awal tahun baru.
Mengingat hal tersebut, perlu diberikan sosialisasi kembali atau reminder
protokol kesehatan pada murid menjelang akhir sekolah, agar para murid mampu
dan tetap menerapkan protokol kesehatan saat libur sekolah.
B.
Satuan Acara
Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat dilakukan secara berkelompok dengan menyusun rencana
pelaksanaan kegiatan dalam satuan acara pelaksanaan kegiatan sebagai berikut:
1
|
Pokok
bahasan
|
:
|
Peningkatan
Pengetahuan dan Kemampuan anak sekolah dalam penerapan Perilaku Hidup Bersih
dan Sehat Menjelang Masa libur sekolah
|
2
|
Hari/tanggal
|
:
|
Sabtu/
19 Desember 2020
|
3
|
Tempat
|
:
|
SD Negeri 200308 Padangsidimpuan.
|
4
|
Tujuan
umum
|
|
Meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan anak sekolah dalam melaksanakan CTPS selama 20
Detik, penggunaan masker dan jaga jarak serta pola hidup sehat selama libur
sekolah
|
5
|
Tujuan
khusus
|
:
|
a. Peningkatan
pengetahuan anak SD tentang pandemi virus Corona
b. Peningkatan
pengetahuan anak SD tentang langkah CTPS selama 20 Detik
c. Peningkatan
kesadaran anak SD pentingnya CPTS pada masa pandemi
d. Peningkatan
kemampuan anak SD dalam melakukan CTPS selama 20 Detik
e. Pentingnya
menggunakan masker saat pandemi
f. Pentingnya
jaga jarak dan memiliki pola hidup sehat selama pandemic
|
6
|
Sasaran
|
:
|
Siswa SD Negeri 200308
Padangsidimpuan.
sebanyak 120 orang dan guru sekolah
sebanyak 10 orang
|
7
|
Materi
|
:
|
a. Pengenalan
Virus Corona -19
b. Upaya
pencegahan dan penanggulakan Virus Corona-19
c. Pengenalan
langkah CTPS 6 langkah
d. Demonstrasi
CTPS 6 langkah
e. Menari
protocol kesehatan pada masa pandemic
|
8
|
Metode
|
:
|
Penyuluhan dengan metode ceramah
pemutaran video penerapan protokol covid -19
|
9
|
Pelengkapan
|
:
|
Poster, Video, Infokus, Mikropon,
Speaker, Spanduk
|
10
|
Rangkaian
kegiatan
|
:
|
|
|
08.30-08.45
(15 menit)
|
Pembukaan
1.
Perkenalan pemateri dan mahasiswa
2.
Pembukaan pemateri
|
|
08.46-09.30
(45 menit)
|
Penjelasan Materi :
1.
Pengenalan Virus Corona -19
2.
Upaya pencegahan dan
penanggulakan Virus Corona-19
3.
Pengenalan langkah CTPS 6 langkah
|
|
09.31-09.45
(15 menit)
|
Demonstrasi CTPS 6 langkah
Menari protocol kesehatan pada masa
pandemi
|
|
09.46-10.00
|
Tanya Jawab
|
|
10.00-10.05
|
Penutupan (Sesi foto dan pembagian
masker)
|
Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat (PKM) tentang reminder penerapan protokol kesehatan pada anak
sekolah menjelang libur sekolah yang dilakukan yaitu:
1. Kegiatan
PKM dilakukan pada hari Sabtu/ 18 Desember 2020, pukul 09.00-12.00.
2. Peserta
kegiatan PKM diikuti siswa kelas 4 dan 5 sebanyak 55 di ruangan kelas.
Pelaksanaan promosi kesehatan ini dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan
yaitu dengan menggunakan masker, jaga jarak dan TIM PKM mencuci tangan pakai
sabun saat memasuki area sekolah.
3. Kegiatn
PKM berlangsung dengan penyampaian materi Covid -19 oleh ketua TIM PKM.
Penyampaian materi dilakukan dengan metode ceramah menggunakan media promosi
kesehatan berupa poster.
4. Pemateri
memberikan informasi tentang perilaku 3M yang merupakan protokol kesehatan:
·
Cuci
Tangan Pakai Sabun
Cuci tangan pakai sabun (CTPS)
dilakukan dengan membasuh tangan menggunakan air mengalir dan sabun merupakan
langkah efektif untuk membunuh bakteri jahat ditangan yang dapat menjadi sumber
penularan penyakit. Lakukan CPTS selama 20 Detik sebelum dan sesudah melakukan
akitifitas. Langkah cuci tangan pakai sabun dengan 7 langkah menurut WHO mulai
dari basahi tangan menggunakan air mengalir dan sabun, menggosok telapak
tangan, pungggung tangan, jari-jari tangan, kuku-kuku jari, pergelangan tangan,
membasuh dan mengeringkan tangan.
·
Gunakan
Masker
Penggunaan masker ditujukan untuk
menghindari terjadinya penularan virus pembawa penyakit melalui percikan air
liur pada saat batuk atau bicara saat berinteraksi. Gunakan masker dengan
menutupi bagian hidung dan mulut serta hindari menyentuh masker secara
berulang-ulang saat digunakan.
·
Jaga
Jarak
Penularan penyakit akibat bakteri
dan virus perlu dihindari dengan menjaga jarak saat berada didalam dan luar
ruangan. Dengan menghindari berkumpul-kumpul dan berada dalam keramaian dalam
waktu yang lama pada masa pandemi virus corona, karena virus yang dikeluarkan
saat bersin atau percikan air liur mampu mengambang di udara selama beberapa
jam dan bisa menyebar dalam ruangan.
5. Setelah
penyampaian materi dengan ceramah, selanjutnya dilakukan simulasi pencegahan
covid 19 yaitu cuci tangan pakai sabun, menggunakan masker dan jaga jarak.

Gambar 2. Simulasi Tari Penerapan Protokol
Covid-19
6. Kemudian
seluruh Tim PKM bersama dengan seluruh peserta melakukan praktek pencegahan
covid 19 dengan 3 M (Memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan jaga
jarak).
7. Seluruh
TIM PKM dan peserta PKM secara bersama-sama menari bersama dalam melakukan
gerakan simulasi penerapan protokol Covid 19 yang diiringi oleh video dan musik.